Selasa, 07 Agustus 2012

BIMBINGAN BELAJAR SD

menerima BimBel SD daerah Yogyakarta guru datang ke rumah berminat hub.083869032744 :)

Jumat, 18 Maret 2011

perairan darat


PERAIRAN DARAT

            Bentang perairan yang terdapat di wilayah daratan secara khusus dapat dipelajari oleh ilmu hidrologi, sedangkan bentang  perairan laut dipelajari oleh ilmu oseanografi. Dalam perairan darat juga terdapat daur hidrologi yaitu suatu sirkulasi air yang disebabkan karena adanya penyinaran matahari dan proses-proses alam, air bergerak dalam suatu lingkaran peredaran.

A.      Unnsur-Unsur Utama Hidrologi

Selain istilah hidrologi, terdapat juga istilah hidrosfer  yang berarti lapisan air yang menyelubungi bumi.  Pergerakan dan perubahan bentuk air selalu berputar dan berulang,hal yang demikian biasa disebut siklus hidrologi.
Air  di bumi akan mengalami penguapan yang disebabkan oleh panas sinar matahari. Penguapan dapat  berasal dari badan air secara langsung disebut evaporasi. Penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan disebut transpirasi. Jika penguapan dari permukaan air bersama dengan penguapan dari tumbuhan disebut evapotranspirasi, sedangkan penguapan airdari dedaunan dan batang pohon yang basah disebut  intersepsi.
Uap air hasil evaporasi, tranpirasi, evapotranspirasi dan intersepsi bergerak ke atmosfer kemudian akan menjadi awan. Akibat hembusan angina wan akan dibawa kepuncak-puncak gunung. Hujan dalam istilah hidrologi disebut presipitasi. Presipitasi adalah tetes air dari awan yang jatuh ke permukaan tanah. Jika diamati unsur utama siklus hidrologi adalah matahari dan air.

1.      Macam-macam Siklus Air
Proses perjalanan air di permukaan bumi dan kembali ke atmosfer  terus berlangsung sehingga membentuk lingkaran yang tidak terputus. Sirkulasi air tersebut dinamakan daur hidrologi.

a.      Siklus Pendek
Siklus pendek (siklus kecil) adalah air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air membentuk awan dan selanjutnya terjadi hujan yang jatuh kembali ke laut.

b.      Siklus sedang
Siklus sedang (siklus menengah) adalah air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin, membentuk awan di atas daratan, hujan jatuh di daratan menjadi
air darat dan selanjutnya kembali ke laut.

c.      Siklus Panjang
 Siklus panjang (siklus besar) adalah air laut menguap, terjadi kondensasi, uap air terbawa angin, membentuk awan di atas daratan sampai ke pegunungan yang tinggi,jatuh sebagai salju terbentuk gletser, mengalir ke sungai dan selanjutnya kembali ke laut.






B.                   Berbagai  Jenis Perairan Darat
Ilmu yang memprlajari perairan darat disebut higrologi. Ilmu yang mempelajari perairan darat dapat dibedakan sebagai berikut.
1.      Potamologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari tentang air yang mengalir di permukaan tanah.
2.      Limnologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari tentang air yang menggenang di permukaan tanah.
3.      Geohidrologi, yaitu cabang hidrologi yang mempelajari tentang air yang ada di bawah permukaan tanah.
4.      Kriologi, yaitu cabanag hidrologi yang mempelajaritentang salju dan es.
5.      Hidrometeorologi, yaitu mempelajari tentang aspek meteorologi yang berperan terhadap aspek hidrologi.

Peraiaran darat dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu.

1.             Sungai

a.      Klasifikasi Sungai
Sungai adalah alur-alur, baik yang berukuran kecil maupun besar. Sungai dapat dibedakan berdasarkan arah aliran, sumber air, kontinuitas aliran, dan struktur geologinya.
·         Berdasarkan arah aliran :
1.      Sungai Konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal.
2.      Sungai Subsekuen atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikuti strike batuan.
3.      Sungai Obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen.
4.      Sungai Resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen.
5.      Sungai Insekuen, adalah sungai yang mengalir tidak terkontrol oleh litologi maupun struktur geologi.
·         Berdasarkan sumber airnya, sungai dapat dibedakan sebagai berikut.
1.      Sungai Hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
2.      Sungai Gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es. Contoh sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich) boleh dikatakan tidak ada, namun pada bagian hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di Peg. Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman (yang berhulu di Pegunungan Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini.
3.      Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya).
·         Berdasarkan kontinuitas aliran, sungai dapat dibedakan menjadi empat yaitu,
1.      Sungai perennial, yaitu sungai yang mengalir sepanjang tahun, sungai ini dapat di bedakan menjadi : Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya). Sungai Periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
2.      Sungai Episodik, adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba.
3.      Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan dan beberapa saat setelah hujan, berhenti.
·         Berdasarkan struktur geologinya, sungai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1.      Sungai Anteseden adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada struktur geologi (batuan) yang melintang. Hal ini terjadi karena kekuatan arusnya, sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya.
2.      Sungai Superposed, adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya.

b.      Pola Aliran Sungai
Susunan aliran sungai yang akhirnya menuju sungai indukdan akhirnya mengalir ke danau atau laut disebut pola aliran. Bentuk pola aliran sungai yang sering dijumpai adalah sebagai berikut.
1.      Pola aliran radial sentrifugal
Radial sentrifugal, adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. Pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut.
2.      Pola aliran radial sentripetal
Radial sentrifugal, adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. Pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut.
3.      Pola aliran dendritik
Dendritik, adalah pola aliran yang tidak teratur. Pola alirannya seperti pohon, di mana sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya. Jenis ini biasanya terdapat di daerah datar atau daerah dataran pantai
4.      Pola aliran rectangular
Rektangular, adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90°.
                                   
5.      Pola aliran trellis
Trellis, adalah pola aliran yang menyirip seperti daun.
6.      Pola aliran annular
Anular, adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran. Anak-anak sungai menuju sungai  subsekuen. Pola ini berkembang pada daerah yang berbentuk kubah(dome).
7.      Pola aliran paralel
Pola aliran ini membentuk sudut lancip. Polaini berkembang pada daerah yang mempunyai kemiringan lereng agak curam hingga curam
c.      Lembah sungai
Bentuk lembah sungai dapat dibedakan menjadi tiga jenis, sesuai dengan lokasi lembah sungai tersebut berada.
1.      Lembah sungai bagian hulu
Sungai di bagian hulu mempunyai sifat aliran yang cukup deras, sehingga kemampuan mengikisnya sangat kuat.  Erosi dibagian hulu biasany bersifat kedalam sehingga membentuk huruf V. Pengendapan material tidak terjadi, karena arus yang kuat. Ciri lain adalah airya jernih dan terkadang terdapat air terjun.
2.      Lembah sungai bagian tengah
Pada lembah sungai bagian tengah, erosi  vertikal mulai berkurang  dan erosi kearah samping mulai terjadi sehingga membuat lembah sungai bagian tengah berbentuk U. Kecepatan aliran mulai berkurang  dan sedimentasi mulai terjadi.
3.      Lembah sungai bagian hilir
Aliran air dibagian hilir mempunyai kemampuan mengikis yang sangat lemah. Penampang saluran berbentuk U yang dasarnya melebar. Endapan banyak terjadi dengan material yang halus, sering bermeander, terbentuk gosong dan terdapat delta di muaranya.
d.      Manfaat sungai
Sungai mempunyai manfaat bagi kehidupan, antara lain : sumber air rumah tangga (minum, makan, mandi, mencuci dan untuk masak), sumber air industri, irigasi,perikanan, rekreasi serta sumber bahan bangunan(pasir, kerikil, dan batu).
Untuk itu, keberadaan sungai perlu dijaga kelestariannya, yaitu dengan cara:
1)           Menjaga kelestarian hutan dibagian hulu DAS
2)      Menjaga kelestarian tanah di wilayah pertanian
3)      Membuat sabuk hijau di sekitar tebing sungai
4)      Melarang pembuangan limbah ke sungai
5)      Melarang pembuangan sampah di sungai
6)      Pengambilan bahan bangunan
7)      Meningkatkan kegiatan program kali bersih (prokasih)

2.             Danau
Suatu genangan dapat dikatakann sebagai danau jika mempunyai  syarat-syarat sebagai berikut.
a.      Genangan air cukup dalam dan sudah menunjukan adanya perbedaan suhu pada kedalaman tertentu.
b.      Tumbuhan aquatik yang mengapung tidak dapat menutup seluruh permukaan air dan biasanya hanya bagian pinggir.
c.      Sudah menunjukkan adanya gelombang.
Danau dapat diklasifikasikan, antara lain berdasarkan cara terjadinya, aliran air, dan kandungan karbondioksida.
A.      Berdasarkan cara terjadinya
Berdasarkan cara terjadinya danaudapat dibedakan menjadi enam, yaitu sebagai berikut.
1.      Danau tektonik
Danau ini terjadi karena adanya patahan, lipatan atau rekahan. Peristiwa ini dapat menimbulkan terbentuknya basin. Jika basin terisi air maka akan terbentuk danau. Contoh danau adalah danau toba yang  terdapat di Sumatera Utara.
2.      Danau kawah
Akibat letusan gunung berapi dapat menimbulkan cekungan pada puncak gunung. Jika cekungan ini terisi oleh air maka akan menjadi danau kawah.

3.      Danau gletser
Danau ini akan terbentuk sebagai akibat pencairan salju, es atau glester yang kemudian airnya mengisi cekungan dibawahnya.
4.      Danau karst
Danau ini akibat adanya dolina yang tersumbat. Danau ini terbentu pada daerah yang berbatuan gamping atau topografi karst.
5.      Danau bendungan
Danau ini terbentuk karena adanya pembendungan aliran air oleh manusia.
6.      Danau laguna
Danau ini terbentuk sebagai akibat dari adanya aktivitas ombak dan arus pantai.
B.     Berdasarkan aliran air
Berdasarkan aliran air danau dapat dibedakan menjadi dua berikut ini.
1.      Danau aliran, yaitu danau yang mendampat air darialiran sungai, tetapi danau tersebut juga memberikan aliran air pada danau di bawahnya.
2.      Danau tanpa jalan keluar, yaittu danau yang mendapat air dari aliran tetapi tidak mempunyai jalan keluar. Jadi, air akan berkurang  karena penguapan.
C.     Berdasarkan kandungan CO2
Berdasarkan kandungan CO2, danau dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu
1.      Danau air halus
Airnya mengandung sedikit kalsium dan magnesium dan mempunyai kandungan  CO2  kurang dari 5cc per liter.
2.      Danau kelas menengah
Air danau ini mempunyai kandungan CO2 antara 5-22 cc per liter
3.      Danau air keras
Air danau ini mempunyai kandungan CO2 lebih dari 22 cc per liter
            Danau mempunyai banyak manfaat besar bagi kehidupan. Oleh karena itu, manusia senang membuat danau yang sering disebut waduk. Danau memiliki manfaat yang besar. Untuk itu, keberadaan danau perlu dijaga dengan baik. Cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan danau antara lain:
1)      Menjaga kelestarian hutan di bagian hulu DAS
2)      Membuat sabuk hijau di sekitar tebing danau
3)      Mengadakan konservasi tanah diatas waduk
4)      Tidak membuang limbah, baik limbah rumah tangga maupun industri ke danau.
3.             Telaga
Pada dasarnya telaga sama dengan danau. Perbedaannya terletak pada ukurannya. Di pulau jawa, telaga banyak dijumpai di daerah topografi karst seperti di Pegunungan Sewu.  Telaga dapat dimanfaatkan untuk sumber air bersih, perikanan dan rekreasi.
Usaha untuk melestarikan telaga dapat dilakukan dengan cara:
a.      Konservasi tanah diisekitar telaga
b.      Membuat sabuk hijau di sekitar tebing telaga
c.      Tidakmembuang limbah di telaga

4.             Rawa
Rawa merupakan dataran rendah yang tergenang air. Genangan tersebut berasal dari air hujan. Rawa di pulau jawa biasanya mempunyai ukiran yang tidak ,uas, sedagkan di pulau kalimantan rawa mempunay ukuran yang luas. Air rawa biasnya asam sehingga hanya tumbuhan yang tahan asam yang dapat hidup. Berdasarkan pergantian airnya, rawa dapt dibedakan menjadi dua:
a.      Rawa yang tidak mangalami pergntian air ( air tidak mengalir)
Air rawa seperti ini biasanya asam, warna agak kemerahan dan kurang cocok untuk perikanan
b.      Rawa yang mengalami pergantian air
Air rawa ini mengalamipergantian air karena pasang surut. Jenis rawa ini banyak dijumpai di pulau kalimantan.

D.       Daerah Aliran Sungai
Daerah aliran sungai adalah suatu daerah yang dibatasi oleh igir-igir dan didalamnya terdapat satu sungai induk dengan anak sungainya. DAS dapat dibedakan menjadi 3 yaitu bagian hulu, tengah, dan hilir. Pengertian ketiga bagian tersebut hampir sama dengan sungai.
1.      Bentukan alam DAS
Berikut diuraiakn berbagai bentukan alam DAS, terutama yang diakibatkan oleh aktivitas sungai. Bentukan alam tersebut meliputi lipas aluvial, meander, dataran banjir, dan delta.
a.      Kipas aluvial
Pada lereng daerah perbukitan sering dijumpai alur-alur sungai yang membawa material hasil erosi. Pada saat aliran mencapai lereng akan terjadi pengendapan. Perbedaan kemiringan yang besar menyebabkan endapan tertimbun dan membentu mipas yang disebut kipas aluvial.
b.      Meander
Meander adalah sbutan bagi sungai yang berkelok-kelok akibat dari pengikisan dan pengendapan pada bagian-bagian pinghir sungai. Aloran sungai yang terputus bila terisi air akan membentuk danau yang disebut kali mati.
c.      Dataran banjir
Daerah di tepi sungai yang tergenang pada saat banjir disebut dataran banjir. Dataran banjir juga merupakan wilayah mengendapnya material yang terangkut sungai.
d.      Delta
Endapan material hasil erosi akan membentukdaratan yang diselang-selingi oleh aliran air. Endapan seperti inilah disebut delta. Delta suatu sungai akan terbentuk apabila perusakan huatan di hulu sungai berlangsung besar-besaran.








D.  Air Tanah
     Air sumur merupakan bagian dari air tanah. Kedalaman air pada sumur meruoakan kedalaman air tanah pada tempat tersebut. Besar kecilnya daya serap air hujan ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu sebagai berikut.
1.    Kemiringan lereng
Air hujan yang jatuh pada daerah datar akan memiliki kemampuan meresap lebih besar dibandingkan daerah yang miring. Air yang jatuh pada daerah yang miring akan klangsung menga.ir ke daerah yang lebuh rendah.
2.    Tingkat porositas tanah atau batuan
Merupakan banyak sedikitnya pori-pori tanah atau batuan yang dapat meresapkan air. Tanah gembur dan mempunyai pori-pori yang banyakakna mudah meresapkan air.
3.    Tingkat kelembapan tanah
Tanah yang kering memiliki kekuatan lebih besar untuk meresap air dibandingkan tanah ynag lembab.
4.    Penutupan lahan oleh vegetasi
Lahan yang tertutup oleh vegetasi memiliki kemampuan menyerap air lebih tinggi dibandingkan dengan lahan yang terbuka.

1.      Kelengasan tanah
Air yang mengisi  pori-pori tanah tetapi pada daerah yang belum jenuh dengan air disebut kelengasan tanah.  Kelengasan tanah dapat dibedakan menjadi.

a.      Air higroskopik
Tanah sering dilapisi air yang mempunyai daya ikat yang kuatsehingga tidak dapat diserap oleh akar tumbuhan. Air inilah yang disebut air higroskopik.
b.      Air kapiler
Butiran tanah yang diselimuti air hogroskopik kadang-kadang masih diselimuti oleh air dan air dapat bergerak ke segala arah. Pergerakan air ini disebut dengan kapilariasi,dan airnya disebut air kapiler.
c.      Air gravitasional
Air hujan yang jauh kepermukaan tanah akan menyerap ke dalam tanah dan menambah jumlah air kapiler yang ada. Air yang jatuh kebawah karena pengaruh gravitasi disebut air gravitasional.
2.       Air tanah
Air  tanah dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu sbb:
a.      Air  tanah dangkal atau air tanah freatik
Adalah air tanah yang terletak diatas lapisan tak tembus air.
b.      Air tanah dalam
Adalah air tanah yang terletak diantara dua lapisan tanah yang tak tembus air. Sumur yang dibuat pada air tanah jenis ini disebut sumur artesis.
3.      Lapisan tanah
Lapisan tanah yang mampu menampung dan meloloskan air disebut sebagai akuifer. Contohnya adalah tanah berpasir. Lapisan tanah yang hanya mampu menampung air tetapi tidak dapat meloloskan air disebut aquiclude.contohnya dalah tanah lempung.  Lapisan tanah yang tidak mampu menampung dan meloloskan air disebut aquifuge. Contohnya adalah batuan andesit.

4.      Macam-macam akifer
a.      Akuifer bebas
Akuifer yang terletak diatas lapisan impermiabel dan di bawah lapisan permeable.
b.      Akuifer tertekan
Yang terletak antara dua lapisan impermiable.
c.      Akuifer semi tertekan
Yang terletak di atas lapisan yang impermiable dan dibawah lapisan yang semi impermiable.
d.      Akuifer menggantung
Akuifer  yang menggantung pada akifer bebas.


5.      Manfaat air tanah
Air tnah mempunyai banyak manfaat yaitu untuk sumber air bersih, sumber air irigasi, dan sumber air industri. Pelestarian air tanah umumnya sama dengan pelestarian sungai dan danau.

E.        Banjir
            Jika debit air sungai melebihi normal bahkan hingga meluap ke kanan kiri sungai maka itu disebut banjir sungai. Sedangkan meluapnya air sungai yang disebabkan oleh beberapa faktor disebut banjir.
1.      Faktor penyebab banjir
a.      Curah hujan tinggi
b.      Hutan yang rusak
c.      Daerah resapan air yang menyempit karena banyaknya bengunan
d.      Pendangkalan saluran drainase yang tidak memadai
2.      Dampak banjir
a.      Kerusakan lahan pertanian
b.      Kerusakan bangunan
c.      Terhentinya kegiatan perekonomian penduduk
d.      Kematian
3.      Usaha mencegah terjadinya banjir
a.      Penghutanan kembali (reboisasi)
b.      Penataan tata ruang yang baik
c.      Menyediakan tempat resapan air hujan
d.      Pengerukan di saluran atau sungai
e.      Membuat sumur resapan air hujan
f.        Pembuatan saluran drainase yang memadai
g.      Membuang sampah pada tempatnya